Feeds:
Posts
Comments

Prediksi UN – part 4

Sudah dipindah ke sini

Soal – soal latihan tentang konsep mol.  Soalnya dapat diunduh disini.

semoga bermanfaat.

Soal latihan kimia kelas X

Soal-soal untuk berlatih, khususnya untuk siswa-siswa kelas X. Berisi materi penyetaraan reaksi, Hukum perbandingan volume dan Hipotesa Avogadro. Soalnya bisa diunduh disini.

Semoga bermanfaat

Prediksi UN Kimia – part 3

Sudah dipindah di sini

Prediksi UN 2010 – part 2

Sudah dipindah di sini

Sudah dipindah di sini

Prediksi UN Kimia 2010

Sudah dipindah di sini

Unsur-Unsur Perioda Ketiga

Sudah dipindah di sini

Sel Volta

Sudah dipindah di sini

Penyetaraan reaksi redoks

Sudah dipindah di sini

Pembahasan SNMPTN Kimia 2009

Kode soal 378

Wilayah Bandung

Pembahasan ini dibuat oleh :

Tresnawati (SMA N 1 Bandung)

Endah Yuniar (SMA Taruna Bakti Bandung)

Eko Prabowo H (SMA Alfa Centauri Bandung)

46.   dari gambar yang terdapat dalam soal jika diterjemahkan menjadi notasi konfogurasi elektron akan diperoleh ns2 np3. Dari jawaban, yang memiliki konfigurasi elektron ns2 np3 adalah 15P 1s2 2s2 sp6 3s2 3p3.

Jawaban : C

47.   mol dimetileter = massa/Mr = 2,3/46 = 0,05 mol

Pembakaran 0,05 mol dimetileter melepaskan 82,5 kJ,

Pembakaran 1 mol dimetileter = – 82,5 kJ/0,05 mol = – 1650 kJ

Jawaban : E

48.   Mencari orde terhadap X berarti pilih 2 data yang memiliki nilai X berbeda dan nilai Y sama, diperoleh data 1 dan 2 (boleh 1 dan 3 atau 2 dan 3).

v1/v2 = t2/t1 = (X1)a/(X2)a

75/150 = (0,4/0,8) a

½ = (1/2)a

a = 1

Jawaban : C

49.   mol CaH2 = massa/Mr = 12,6/42 = 0,3 mol

Mol H2 = (2/1)x0,3 mol = 0,6 mol (pakai perbandingan koefisien pada reaksi). Pastikan reaksinya setara

Perhitungan volume pada keadaan non STP pakai hukum perbandingan volume.

Mol O2 = massa/Mr = 16/32 = 0,5 mol

Menghitung V H2

(V H2 / mol H2) = (V O2 / mol O2)

(V H2 / 0,6 mol) = (10 L / 0,5 mol)

V H2 = 12 L

Jawaban : E

50.   Sublimasi adalah perubahan dari padat ke gas atau dari gas ke padat.

Pada soal ada ketrangan dilakukan pada penurunan suhu. Artinya peristiwa yang dimaksud adalah dari gas menuju padat. XY (g) à XY (s).

Persamaan reaksi data yang dipakai hanya reaksi 1 dan 3. Masing-masing reaksi dibagi 2. Kemudian dijumlahkan.

XY (g) à ½ X2 + ½ Y2 – ½ a

½ X2 + ½ Y2 à XY (s)               + ½ c

——————————————-

XY (g) à XY (s)                         ½ (c-a)

Jawaban : A

51.   Aturan oktet, atom pusatnya memiliki 8 elektron setelah berikatan. Supaya bisa mengetahui jumlah elektron disekeliling atom pusat, maka dibuat terlebih dahulu struktur lewis.

SF4 : superoktet (10 elektron)

XeF4 : superoktet (12 elektron)

BF4- : oktet

SiF4 : oktet

Jawaban : B

52.   CxHy + O2 à CO2 + H2O

Mol CO2 = massa/Mr = 264/44 = 6 mol

Mol H2O = massa/Mr = 54/18 = 3 mol

Jadi : CxHy + O2 à 6CO2 + 3H2O

Jadi jumlah C ada 6, jumlah H ada 6.

Simpulan C6H6

Jawaban : D

53.   Soal ini tentang Buffer

[H+] = Ka (mol asam /  mol garam)

[H+] = Ka (Ma Va/Mg Vg)

[H+] = 1,8 x 10-4 (0,01 M 100 mL / 0,005 M 100 mL)

[H+] = 3,6 x 10-4 M

pH = – log [H+] = -log 3,6 x 10-4 = 4 – log 3,6

Jawaban : D

54.   etilenglikol adalah suatu senyawa non elektrolit

dTb = Kb m

dTb = Kb (massa/Mr x 1000/p)

dTb = 1,86 (62/62 x 1000/500)

dTb = 3,72

Tb = -3,72oC

Jawaban : C

55.   2NaHCO3 (s) à Na2CO3 (s) + CO2 (g) + H2O (g)

Kp = P CO2 x P H2O

Nilai P CO2 = P H2O

Sehingga,

Kp = P CO2 x P CO2

¼ = (P CO2)2

P CO2 = ½ = 0,5

Jawaban : B

56.   Dimetileter lebih polar dibandingkan etanol (salah). Etanol memiliki gugus –OH  yang polar

Senyawa organik golongan alkohol selalu mengandung gugus hidroksil (benar).

Jawaban : D

57.   etanol dapat dibuat dari reaksi bromoetana dengan NaOH (benar)

Bromoetana + NaOH à etanol + NaBr

Reaksi substitusi.

Ion OH- lebih basa dibandingkan Br- (benar)

tidak ada hubungan sebab akibat

Jawaban : B

58.   Na2CrO4 + Ba(NO3)2 à  BaCrO4 + 2NaNO3

Mol CrO4- = 81 x 10-3 gram / 162 = 5 x 10-4 mol = 5 x 10-4 M (volume larutan 1 L)

M Ba2+ = 10-2 M

Q BaCrO4 = [Ba2+][CrO4-] = 10-2 x 5 x 10-4 = 5 x 10-6

Q > Ksp, terjadi endapan BaCrO4 yang berwarna kuning

Na2CrO4 + Pb(NO3)2 à  PbCrO4 + 2NaNO3

Mol CrO4- = 81 x 10-3 gram / 162 = 5 x 10-4 mol = 5 x 10-4 M (volume larutan 1 L)

M Pb2+ = 10-2 M

Q PbCrO4 = [Pb2+][CrO4-] = 10-2 x 5 x 10-4 = 5 x 10-6

Q > Ksp, terjadi endapan PbCrO4

Yang terjadi adalah garam sederhana bukan garam rangkap.

Pilihan 1,2,3 benar dan 4 salah.

Jawaban : A

59.   Zn (s)  +  2MnO2 (s)  à  ZnMn2O4 (s)

Mol Zn = (1/n) x (Q/96500), dengan n adalah biloks Zn

Mol Zn = (1/2) x (965/96500)

Mol Zn = 0,005 mol

Massa = 0,005 mol x 65 = 0,325 gram (opsi 1 benar)

Mol MnO2 = 2 x mol Zn = 2 x 0,005 mol = 0,01 mol

Massa MnO2 = 0,01 mol x 87 = 0,87 gram (opsi 2 salah)

Mol ZnMn2O4 = mol Zn = 0,005 mol (opsi 3 benar)

Mn berubah biloks dari +4 dalam MnO2 menjadi +3 dalam ZnMn2O4, berarti Mn mengalami reduksi, sehingga MnO2 bertindak sebagai oksidator (opsi 4 salah)

Jawaban : B

60.   makin besar harga Eo red makin mudah direduksi, urutan :

I2 > Br2 > Cr2O72- > MnO4-

(1)    Br2 dapat dioksidasi oleh I- (salah), seharusnya Br2 dapat mengoksidasi I-

(2)    Cr2O72- tidak dapat mengoksidasi I- (salah), seharusnya Cr2O72- dapat mengoksidasi I-

(3)    Cr2O72- dapat mengoksidasi MnO4- (salah), seharusnya MnO4- dapat mengoksidasi Cr2O72-.

(4)    Cr2O72- dapat mengoksidasi Br- (benar).

Jawaban : D

Koloid

silahkan download file ppt yang berisi materi koloid

Sistem Koloid new

Sudah dipindah di sini

Titrasi Asam Basa

Sudah dipindah di sini

Sudah dipindah di sini

Larutan

Sudah dipindah di sini

Sudah dipindah di sini

Sifat Magnet

Sudah dipindah di sini

Gas Mulia

Sudah dipindah di sini

Logam Alkali

Sudah dipindah di sini

Alkali Tanah

Sudah dipindah di sini

Halogen

Sudah dipindah di sini

Air Sadah

Sudah dipindah di sini

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.