Sudah dipindah ke sini
Posted in Uncategorized | Tagged prediksi UN, prediksi UN 2010, prediksi UN kimia | Leave a Comment »
Soal – soal latihan tentang konsep mol. Soalnya dapat diunduh disini.
semoga bermanfaat.
Posted in Uncategorized | Tagged soal kimia, soal latihan kimia | 1 Comment »
Soal-soal untuk berlatih, khususnya untuk siswa-siswa kelas X. Berisi materi penyetaraan reaksi, Hukum perbandingan volume dan Hipotesa Avogadro. Soalnya bisa diunduh disini.
Semoga bermanfaat
Posted in Uncategorized | Tagged soal kimia, soal latihan kimia | Leave a Comment »
Sudah dipindah di sini
Posted in Uncategorized | Tagged prediksi UN, prediksi UN 2010, prediksi UN kimia | Leave a Comment »
Sudah dipindah di sini
Posted in Uncategorized | Tagged prediksi UN, prediksi UN 2010, Soal UN, soal UN 2010, soal UN kimia | Leave a Comment »
Sudah dipindah di sini
Posted in Uncategorized | Tagged Soal EBTANAS, Soal EBTANAS Kimia, Soal UAS, Soal UAS Kimia, Soal UN, soal UN kimia | Leave a Comment »
Sudah dipindah di sini
Posted in Uncategorized | Tagged prediksi UN, prediksi UN 2010, soal UN 2010, soal UN kimia, UN kimia | 2 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Materi SMA | Tagged Alumunium, Argon, Belerang, Klor, magnesium, natrium, Posfor, Silikon, Unsur Perioda 3 | Leave a Comment »
Sudah dipindah di sini
Posted in Materi SMA | Tagged metoda PBO, metoda perubahan bilangan oksidasi, metoda setengah reaksi, Penyetaraan reaksi redoks | Leave a Comment »
Sudah dipindah di sini
Posted in Artikel | Tagged Air sadah, kalsium, magnesium, zeolit | 5 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Kimia Unsur | Tagged bromin, Fluorin, Halogen, iodin, klorin | 24 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Kimia Unsur | Tagged cesium, kalium, litium, Logam, logam alkali, natrium, rubidium | 31 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Kimia Unsur | Tagged Argon, Gas Mulia, Helium, Kripton, Neon, Nobel Gases, Radon, Xenon | 23 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Artikel | Tagged antiferromagnetik, diamagnetik, ferromagnetik, paramagnetik, sifat magnet | 3 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Ikatan Kimia | Tagged Dwilimas segitiga, Geometri molekul, Linier, oktahedral, Segitiga datar, Terahedral, VSEPR | 3 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in Artikel | Tagged campuran heterogen, campuran homogen, heterogen, homogen, Larutan | 2 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in praktikum | Tagged permanganometri, titrasi | 4 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in praktikum | Tagged netralisasi, titrasi, titrasi asam basa | 3 Comments »
Sudah dipindah di sini
Posted in praktikum | Tagged elektrolisis | 1 Comment »
silahkan download file ppt yang berisi materi koloid
Posted in Materi SMA | Tagged kimia koloid, koloid, materi kimia | 3 Comments »
Pembahasan SNMPTN Kimia 2009
Kode soal 378
Wilayah Bandung
Pembahasan ini dibuat oleh :
Tresnawati (SMA N 1 Bandung)
Endah Yuniar (SMA Taruna Bakti Bandung)
Eko Prabowo H (SMA Alfa Centauri Bandung)
46. dari gambar yang terdapat dalam soal jika diterjemahkan menjadi notasi konfogurasi elektron akan diperoleh ns2 np3. Dari jawaban, yang memiliki konfigurasi elektron ns2 np3 adalah 15P 1s2 2s2 sp6 3s2 3p3.
Jawaban : C
47. mol dimetileter = massa/Mr = 2,3/46 = 0,05 mol
Pembakaran 0,05 mol dimetileter melepaskan 82,5 kJ,
Pembakaran 1 mol dimetileter = – 82,5 kJ/0,05 mol = – 1650 kJ
Jawaban : E
48. Mencari orde terhadap X berarti pilih 2 data yang memiliki nilai X berbeda dan nilai Y sama, diperoleh data 1 dan 2 (boleh 1 dan 3 atau 2 dan 3).
v1/v2 = t2/t1 = (X1)a/(X2)a
75/150 = (0,4/0,8) a
½ = (1/2)a
a = 1
Jawaban : C
49. mol CaH2 = massa/Mr = 12,6/42 = 0,3 mol
Mol H2 = (2/1)x0,3 mol = 0,6 mol (pakai perbandingan koefisien pada reaksi). Pastikan reaksinya setara
Perhitungan volume pada keadaan non STP pakai hukum perbandingan volume.
Mol O2 = massa/Mr = 16/32 = 0,5 mol
Menghitung V H2
(V H2 / mol H2) = (V O2 / mol O2)
(V H2 / 0,6 mol) = (10 L / 0,5 mol)
V H2 = 12 L
Jawaban : E
50. Sublimasi adalah perubahan dari padat ke gas atau dari gas ke padat.
Pada soal ada ketrangan dilakukan pada penurunan suhu. Artinya peristiwa yang dimaksud adalah dari gas menuju padat. XY (g) à XY (s).
Persamaan reaksi data yang dipakai hanya reaksi 1 dan 3. Masing-masing reaksi dibagi 2. Kemudian dijumlahkan.
XY (g) à ½ X2 + ½ Y2 – ½ a
½ X2 + ½ Y2 à XY (s) + ½ c
——————————————-
XY (g) à XY (s) ½ (c-a)
Jawaban : A
51. Aturan oktet, atom pusatnya memiliki 8 elektron setelah berikatan. Supaya bisa mengetahui jumlah elektron disekeliling atom pusat, maka dibuat terlebih dahulu struktur lewis.
SF4 : superoktet (10 elektron)
XeF4 : superoktet (12 elektron)
BF4- : oktet
SiF4 : oktet
Jawaban : B
52. CxHy + O2 à CO2 + H2O
Mol CO2 = massa/Mr = 264/44 = 6 mol
Mol H2O = massa/Mr = 54/18 = 3 mol
Jadi : CxHy + O2 à 6CO2 + 3H2O
Jadi jumlah C ada 6, jumlah H ada 6.
Simpulan C6H6
Jawaban : D
53. Soal ini tentang Buffer
[H+] = Ka (mol asam / mol garam)
[H+] = Ka (Ma Va/Mg Vg)
[H+] = 1,8 x 10-4 (0,01 M 100 mL / 0,005 M 100 mL)
[H+] = 3,6 x 10-4 M
pH = – log [H+] = -log 3,6 x 10-4 = 4 – log 3,6
Jawaban : D
54. etilenglikol adalah suatu senyawa non elektrolit
dTb = Kb m
dTb = Kb (massa/Mr x 1000/p)
dTb = 1,86 (62/62 x 1000/500)
dTb = 3,72
Tb = -3,72oC
Jawaban : C
55. 2NaHCO3 (s) à Na2CO3 (s) + CO2 (g) + H2O (g)
Kp = P CO2 x P H2O
Nilai P CO2 = P H2O
Sehingga,
Kp = P CO2 x P CO2
¼ = (P CO2)2
P CO2 = ½ = 0,5
Jawaban : B
56. Dimetileter lebih polar dibandingkan etanol (salah). Etanol memiliki gugus –OH yang polar
Senyawa organik golongan alkohol selalu mengandung gugus hidroksil (benar).
Jawaban : D
57. etanol dapat dibuat dari reaksi bromoetana dengan NaOH (benar)
Bromoetana + NaOH à etanol + NaBr
Reaksi substitusi.
Ion OH- lebih basa dibandingkan Br- (benar)
tidak ada hubungan sebab akibat
Jawaban : B
58. Na2CrO4 + Ba(NO3)2 à BaCrO4 + 2NaNO3
Mol CrO4- = 81 x 10-3 gram / 162 = 5 x 10-4 mol = 5 x 10-4 M (volume larutan 1 L)
M Ba2+ = 10-2 M
Q BaCrO4 = [Ba2+][CrO4-] = 10-2 x 5 x 10-4 = 5 x 10-6
Q > Ksp, terjadi endapan BaCrO4 yang berwarna kuning
Na2CrO4 + Pb(NO3)2 à PbCrO4 + 2NaNO3
Mol CrO4- = 81 x 10-3 gram / 162 = 5 x 10-4 mol = 5 x 10-4 M (volume larutan 1 L)
M Pb2+ = 10-2 M
Q PbCrO4 = [Pb2+][CrO4-] = 10-2 x 5 x 10-4 = 5 x 10-6
Q > Ksp, terjadi endapan PbCrO4
Yang terjadi adalah garam sederhana bukan garam rangkap.
Pilihan 1,2,3 benar dan 4 salah.
Jawaban : A
59. Zn (s) + 2MnO2 (s) à ZnMn2O4 (s)
Mol Zn = (1/n) x (Q/96500), dengan n adalah biloks Zn
Mol Zn = (1/2) x (965/96500)
Mol Zn = 0,005 mol
Massa = 0,005 mol x 65 = 0,325 gram (opsi 1 benar)
Mol MnO2 = 2 x mol Zn = 2 x 0,005 mol = 0,01 mol
Massa MnO2 = 0,01 mol x 87 = 0,87 gram (opsi 2 salah)
Mol ZnMn2O4 = mol Zn = 0,005 mol (opsi 3 benar)
Mn berubah biloks dari +4 dalam MnO2 menjadi +3 dalam ZnMn2O4, berarti Mn mengalami reduksi, sehingga MnO2 bertindak sebagai oksidator (opsi 4 salah)
Jawaban : B
60. makin besar harga Eo red makin mudah direduksi, urutan :
I2 > Br2 > Cr2O72- > MnO4-
(1) Br2 dapat dioksidasi oleh I- (salah), seharusnya Br2 dapat mengoksidasi I-
(2) Cr2O72- tidak dapat mengoksidasi I- (salah), seharusnya Cr2O72- dapat mengoksidasi I-
(3) Cr2O72- dapat mengoksidasi MnO4- (salah), seharusnya MnO4- dapat mengoksidasi Cr2O72-.
(4) Cr2O72- dapat mengoksidasi Br- (benar).
Jawaban : D
Posted in Uncategorized | Tagged kimia snmptn, pembahasan kimia, pembahasan snmptn kimia 2009, snmptn, snmptn 2009 | 1 Comment »